Jika kau adalah aku, kau akan tau apa yang sedang ku rasakan sekarang. Tapi, kau bukanlah aku, kau tak bisa menjadi aku. Aku ingin kau tau apa yang terjadi pada diriku, kehidupan ku dan apa yang sedang ku rasakan. Terlalu banyak kejadian pahit yang menimpa diriku sampai-sampai aku tak sanggup untuk menerimanya lagi. Aku sempat berfikir kalau Tuhan itu gak ada, Tuhan itu gak sayang pada ku, Tuhan itu gak peduli dengan aku sampai-sampai Tuhan tega terhadap ku.
Saat aku terpuruk pun tak ada satu orang pun yang mau mencoba menolong ku keluar dari keterpurukan ini, dari masalah ini. Seakan-akan aku ini hanya hidup sebatang kara, tak punya siapa-siapa. Bahkan, orang-orang disekitar ku tak peduli dengan apa yang terjadi pada ku. Tapi aku berusaha tetap tegar, kuat menghadapi semua ini.
Sampai suatu saat dimana aku benar-benar mendapat sebuah masalah yang benar-benar berat sampai aku tak bisa dan tak sanggup menghadapinya, aku berfikir untuk mengambil jalan pintas, yaitu bunuh diri. Aku kehabisan akal bagaimana mengatasi semua ini. Tak ada seorang pun yang memperhatikan aku. Ya, beginilah aku, aku merasa terpojokan, seorang diri.
Aku pernah membaca sebuah buku kalau kesabaran dan ketabahan seseorang itu mempunyai efek ajaib yang bisa menghilangkan kesulitan dan melenyapkan suatu rintangan. Pada awalnya, aku percaya itu. Akan tetapi, setelah aku menerima coba’aan yang diberikan oleh Tuhan kepada ku dan aku tak sanggup menghadapinya, aku sudah tak mempercayainya lagi. Aku beranggapan semua itu bullshit!
Ketika kalian hadir di dalam kehidupan ku, kalian mensuport ku agar tetap tegar menghadapinya, memberikan solusi bagaimana ku menghadapinya, selalu ada buat ku disaat ku membutuhkan kalian, sedih, senang, mau berbuat apa aja demi menolong ku keluar dari suatu masalah. Kalian sosok yang mempunyai arti, kehadiran kalian menjadi pelengkap kehidupan ku, kalian menutupi segala kekurangan ku, membuat ku bisa bertahan dan mengerti tentang kehidupan, rasa saling berbagi, saling mengasihi, menyayangi, mencintai, solidaritas.
Ternyata aku salah beranggapan kalau Tuhan itu gak adil, aku tak punya siapa-siapa. Ma’afkan aku, aku masih punya kalian yang menyayangi ku, mencintai ku, peduli terhadap ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar